Kota Batu Terbitkan 1.600 Sertifikat Halal, Pacu Daya Saing Wisata

Kadisparta dan Kemenag Kota Batu menyerahkan sertifikat halal kepada perwakilan pelaku UMKM di Warung Wareg ( Foto : istimewa).
20 Agustus 2025
Kota Batu,PENDIDIKANNASIONAL.ID – Komitmen Pemerintah Kota Batu dalam membangun ekosistem pariwisata yang berkelas dan berdaya saing global terus diwujudkan melalui berbagai terobosan. Kali ini, melalui kolaborasi strategis antara Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu dan Kementerian Agama (Kemenag) setempat, puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta jasa hospitality secara resmi menerima sertifikat halal. Penyerahan sertifikat ini merupakan puncak dari Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Pondok Wisata yang digelar selama dua hari di Warung Wareg, Jl. Raya Dieng, Sidomulyo, Kec. Bumiaji.( 20/08/2025 ).
Kegiatan yang dihadiri oleh Kadisparta Kota Batu, perwakilan Kemenag, serta para pelaku usaha hotel, homestay, dan villa ini menegaskan posisi Batu bukan hanya sebagai destinasi alam, tetapi juga destinasi yang ramah dan menjamin kenyamanan bagi seluruh wisatawan, khususnya muslim.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu,Onny Ardianto menekankan bahwa,sertifikasi halal adalah langkah strategis untuk membangun kepercayaan (trust) wisatawan.
“Era pariwisata modern menuntut kita untuk memberikan jaminan bukan hanya pada keindahan alam, tetapi juga pada keamanan dan kenyamanan konsumsi para wisatawan. Sertifikat halal yang diraih oleh para pelaku usaha hari ini adalah sebuah investasi berharga. Ini menjadi nilai jual unggulan (unique selling point) yang akan memperkuat branding Kota Batu di kancah nasional maupun internasional, terutama untuk menarik wisatawan dari negara-negara dengan populasi muslim besar. Langkah ini adalah bentuk konkret layanan prima kami kepada para visitor,”paparnya.

Sementara itu, Kepala Kementerian Agama Kota Batu, Dr. H. M. Zainal Arifin, M.Pd.I., dalam kesempatanya, memberikan gambaran edukatif tentang proses sertifikasi halal. Beliau menjelaskan bahwa setiap produk olahan wajib melalui proses verifikasi yang ketat oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal ( BPJPH).
“Proses ini melalui tahapan yang panjang dan detail. Karena Kota Batu belum memiliki perwakilan BPJPH, maka seluruh proses kami fasilitasi melalui Kemenag daerah yang kemudian berkoordinasi dengan BPJPH pusat. Ini menunjukkan keseriusan kita bersama,”ujarnya.
Dr. Zainal juga mengungkapkan capaian yang membanggakan. “Alhamdulillah, sejak 2022 hingga 2024, Kemenag Kota Batu telah menerbitkan lebih dari 1.600 sertifikat halal. Angka ini mengalami peningkatan luar biasa, berkat program sertifikasi gratis dari pemerintah dan dukungan penuh dari Pemkot Batu, khususnya Disparta dan dinas terkait lainnya. Terima kasih kami yang sebesar-besarnya kepada Bapak Wali Kota yang terus mengawal program ini hingga langsung menyentuh para pelaku UMKM,” tuturnya.

Euforia kebanggaan terpancar dari para penerima sertifikat. Salah satunya adalah Ruslan Jauhari (48), pemilik usaha Kakay Bolu Bakrey dan produk minuman.
“Saya mewakili para pelaku UMKM menyampaikan syukur Alhamdulillah dan terima kasih sebesar-besarnya kepada Disparta dan Kemenag Kota Batu yang telah memberikan pelatihan dan sertifikasi halal secara gratis. Berkat bimtek ini, kami jadi paham betul bagaimana memastikan sebuah produk benar-benar halal, dari hulu ke hilir,”kata Ruslan.
Ia juga mengapresiasi pendampingan yang diberikan. “Kami jadi tahu titik-titik pariwisata mana saja yang sudah menyediakan produk halal. Semua ini berkat bimbingan teknis dari Ibu Catrin dan Ibu Dian, petugas dari Kemenag yang dengan sabar mendampingi kami di Kota Batu.”ujarnya.

Ruslan mengakui bahwa meski usahanya telah berjalan lebih dari lima tahun, baru tahun ini seluruh perizinan dan legalitas, termasuk halal, dapat diselesaikan.
“Dengan sertifikat ini, kepercayaan diri kami meningkat. Ke depan, kami akan fokus meningkatkan kualitas produk dengan standar halal yang telah kami pelajari. Ini bukan akhir, tapi awal untuk membuka peluang pasar yang lebih luas, termasuk bekerja sama dengan hotel dan agen travel,” pungkasnya penuh semangat.
Kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha ini diharapkan dapat menjadi katalis untuk percepatan pertumbuhan ekonomi kreatif dan pariwisata Kota Batu, menjadikannya destinasi yang tidak hanya memesona secara visual, tetapi juga terpercaya secara spiritual.